Informasi Mengenai Karya Seni Rupa Murni Indonesia

Karya seni rupa murni Indonesia biasa dikenal dengan seni murni yang lebih condong kepada nilai estetikannya saja, dibanding dengan manfaat ataupun dengan kegunaannya. Dari adanya hal tersebut berbanding terbalik dengan seni rupa terapan, dimana untuk seni rupa terapan ini lebih memprioritaskan manfaat ataupu kegunaan karya seninya juga dibanding dengan keindahannya saja. seni rupa terapan tidak hanya digunakan sebagai salah satu alat bantu, namun juga digunakan juga untuk nilai estetikannya juga atau nilai keindahan. Salah satu hasil dari karya seni rupa murni yaitu lukisan, patung, kaligrafi, dan tentunya masih banyak lainnya lagi. Jenis karya seni seperti itulah yang sering dan dapat ditemui di Indonesia.

Karya seni rupa murni Indonesia hanya memperhatikan unsur praktis, dan tentunya memiliki tujuan untuk memenuhi kebutuhan estetika atau dengan nilai keindahan saja. biasanya karya seni rupa murni juga dibuat hanya untuk mengekspresikan perasaan dan juga kreativitas dari pembuatnnya. Meski biasa disebut dengan karya seni bebas, karya seni rupa ini juga mempunyai beberapa jenis aliran atau biasa disebut dengan gaya berkembang seperti romantisme, impresionisme, surrealisme, ekspresionisme, dan juga masih ada lagi yang lainnya.

Ada juga macam – macam dari karya seni rupa murni Indonesia ataupun di mancanegara. Setiap macam dari seni rupa ini juga memiliki aliran ataupun gaya dalam gerakan seni rupa yang memiliki pandangan ataupun ciri khas yang baru dalam menghasilkan sebuah karya seni. Macam – macam karya seni diantaranya adalah seni lukis. Seni lukis ini merupakan salah satu seni murni yang berbentuk seperti seni rupa 2 dimensi. Biasanya media yang dipakai dalam membuat seni lukis ini juga dengan menggunakan kanvas, yanng selanjutnya dilukis dengan menggunakan cat minyak. Selanjutnya seni grafis, dimana seni grafis ini termasuk juga kedalam seni rupa murni 2 dimensi. Teknik yang dipakai dalam pembuatan karya seni ini juga sangat bermacam – macam, mulai dari dengan menggunakan sablon, monotype, etsa, cungkil kayu, collograph, pengemasan bahan logam, atau biasa juga disebut dengan memakai bahan baku lito.