Berwisata Alam Sekaligus Wisata Budaya Betawi di Setu Babakan

Berwisata Alam Sekaligus Wisata Budaya Betawi di Setu Babakan : Setu Babakan yang merupakan kampung budaya Betawi ini berlokasi di Srengseng Sawah, Jagakarsa, Depok. Tempat wisata ini dapat menjadi alternatif rekreasi warga DKI dan sekitarnya yang cocok dikunjungi untuk berwisata menikmati alam danau yang indah beserta menyaksikan keunikan rumah-rumah dan kebudayaan Betawi asli di sekitar danau.

Setu Babakan merupakan salah satu wisata alternatif warga ibukota yang lokasinya masih terbilang sangat mudah terjangkau karena dekat dari jakarta Selatan, yaitu di Srengseng Sawah, Jagakarsa. Tempat wisata ini dibangun sebagai pusat perkampungan budaya betawi, dimana rumah-rumah warga sekitar danau mengikuti gaya arsitektur rumah betawi yang khas.


Danau yang asri dikelilingi oleh pepohonan rindang di sekitarnya, yang berada di dalam perkampungan Betawi asli tentu menjadi penyejuk pandangan mata setelah lelah dalam aktivitas yang padat. Setu yang berarti danau, merupakan danau Babakan yang berada di wilayah Perkampungan Budaya Betawi yang airnya mengalir dari Sungai Ciliwung dengan luas mencapai 32 hektar.

Orang Betawi memanfaatkannya untuk perikanan dan pariwisata air. Selain berada di dekat Danau Babakan, perkampungan Betawi itu juga diapit oleh danau lain yaitu Setu Mangga Bolong. Pada tahun 2004 Pemda DKI meresmikan dengan menjadikan perkampungan ini sebagai kawasan Cagar Budaya Betawi untuk melestarikan tradisi Betawi.

Ada tiga jenis wisata yang ditawarkan oleh Setu Babakan, diantaranya:

Wisata Budaya

Setelah kita memasuki gerbang masuk Bang Pitung, akan tampak beberapa rumah khas Betawi di kiri dan kanan jalan. Ciri khas dari rumah Betawi adalah hiasan yang mengelilingi langit-langit rumah dan keberadaan teras ruang keluarga di bagian depan rumah. Gaya rumah betawi yang didominasi kayu baik itu bangunan maupun furniturnya, tampak klasik ditambah atap yang bentuknya khas.

Jalan menuju danau, tampak panggung pertunjukan yang menampilkan lenong, ondel-ondel, musik tanjidor yang bernuansa khas betawi.  Wisatawan yang berkunjung juga dapat menyaksikan pagelaran seni budaya Betawi, seperti tari cokek, tari topeng, qasidah, marawis, seni musik gambus, lenong, tanjidor, gambang kromong, serta ondel-ondel yang sering dipentaskan di sebuah panggung terbuka dengan ukuran 60 m persegi setiap Sabtu dan Minggu. Selain pagelaran seni tersebut, pengunjung juga dapat menyaksikan prosesi budaya Betawi, seperti upacara pernikahan, khitan, akikah, khatam Al-Qur‘an, dan nujuh bulan yang sedang digelar atau juga sekedar melihat pemuda dan anak-anak latihan menari dan silat khas Betawi yaitu Beksi.

Wisata Alam

Tidak jauh letaknya dari panggung pertunjukan terdapat tangga yang turun menuju danau. Di sekeliling setu ditanami berbagai pohon rindang yang meneduhkan, sehingga pengunjung bisa duduk atau berpiknik sambil menikmati pemandangan danau yang mempesona. Terdapat juga sarana rekreasi air dimana pengunjung juga bisa berperahu dengan sepeda air berupa perahu bebek yang dikayuh untuk berkeliling satu putaran. Serta ada juga perahu naga yang bentuknya menarik dengan warnanya yang cerah. Harga tiketnya Rp 5000/orang, cukup murah dan menggembirakan. Lebih asyik jika bersepeda air bersama keluarga atau pasangan agar menambah ikatan dan interaksi antar anggota keluarga. Keluarga yang membawa anak-anak mereka liburan ke tempat ini memperlihatkan wajah kegembiraan saat bersepeda air dan membeli mainan anak tradisional.

Matras disewakan untuk pengunjung yang membutuhkan area piknik bersama keluarga. Lingkungan alamnya yang masih asri dan sejuk dengan pepohonan rindang merupakan tempat yang cocok untuk beristirahat. Banyak juga pengunjung yang untuk memancing di setu ini.

Tempat yang rindang, memanjakan pengunjung dengan belaian udara sejuk dan segar. Ketika berperahu pengunjung tak perlu khawatir tenggelam karena danau Setu Babakan airnya tenang dan setiap bersepeda air menggunakan pelampung.

Wisata Kuliner

Jika pengunjung lelah berkeliling dan haus, di sepanjang pinggiran danau banyak terdapat aneka jajanan murah meriah, seperti es lilin, es dawet juga es duren. Jika lapar, bisa mampir ke area makanan yang menyajikan berbagai makanan tradisional khas Betawi seperti kerak telor, laksa, toge goreng, Mie ayam, gulali, Nasi Uduk, Kue Ape dan minuman bir pletok. Sebagai oleh-oleh, tersedia juga dodol Betawi dengan harga relatif terjangkau. Tempat yang awalnya tempat parkir mobil ini sekarang telah menjadi pusat jajanan betawi. Menurut rencana pembangunan fasilitas wisata tempat ini, pada tengah setu Babakan akan dibangun sebuah pulau buatan bagi para pedagang.

Apabila pengunjung datang ke pelataran rumah penduduk, tak jarang mereka akan dipetikkan buah sebagai tanda penghormatan akan kunjungannya. Jika ingin memetik dan berniat membawa pulang buah-buahan sebagai oleh-oleh, maka pengunjung dapat membeli dengan terlebih dulu bernegosiasi harga dengan pemilik kebunnya. Berbagai buah-buahan yang tersedia di perkampungan ini antara lain belimbing, buni, jambu, dukuh, rambutan, menteng, gandaria, nam-nam, kecapi, mengkudu, durian, jengkol, kemuning, krendang, dan masih banyak lagi buah lainnya.

Kini tempat warga berdagang sudah cukup tertata dengan rapi, sebagiannya telah dibuat pagar yang mengelilingi setu, seluruh jalan diconblock, pedagang ditata penempatannya dan ditampung dalam satu tempat. Di sini juga terdapat tempat peristirahatan dengan pohon rindang yang sejuk dan rerumputan yang menambah keasrian. Setiap memasuki kawasan setu babakan membayar tiket masuk Rp 2.000 rupiah per orangnya, yang dijual di gerbang oleh penjaga berseragam betawi.

Untuk mencapai ke tengah pulau, pengelola menyediakan jembatan gantung untuk pengunjung. Meski proyek ini masih dalam pengerjaan, nantinya dalam rencana pembangunan akan menyediakan fasilitas di pulau. Jembatan gantung menuju pulau di tengah danau setu babakan ini tujuannya untuk menghubungkan tepian danau ke tengah pulau yang dikhususkan untuk wisata belanja di sini.

Danau Setu Babakan dari arah Jakarta dapat dicapai dengan menempuh jalan raya pasar minggu baik dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Dengan naik Kopaja 616 dengan rute Terminal Pasar Minggu – Cimpedak – Blok M lalu turun di gerbang Bang Pitung. Sedangkan dari Terminal Depok, tumpangilah Mikrolet 128 dan turun pada gerbang yang sama. Kalau memiliki mobil pribadi, dapat memarkirkan kendaraan di tempat parkir dengan biaya Rp 5000. Kawasan Setu Babakan ini dibuka dari pkl 06.00 pagi hingga pk 18.00.

Jika tertarik untuk berkunjung ke Setu Babakan, disarankan datang pada hari libur Sabtu atau Minggu dimana tempat ini akan lebih semarak dengan berbagai aktivitas budaya betawi yang ditampilkan. Sungguh menyenangkan bisa berwisata budaya mengunjungi danau  yang hijau dan tidak terlalu jauh dari kota Jakarta.